Mencintai Yang Sebenarnya Adalah Menjagamu Dengan Kasih Sayang
Bismillahirrahmanirrahim
Kemarin, saya menemukan kata-kata di bawah ini;
Karena mencintai yang sebenarnya adalah
menjagamu dengan kasih sayang, bukan membiarkanmu sesuka hati.
Jadi teringat kalau saya pernah meminta sesuatu kpd Allah, namun
ternyata Allah tidak mengabulkan permintaan tsb sesuai dengan permintaan saya. Dulu
rasanya kecewa gitu, udah do’a siang malem, sholat di khusyu-khusyuin tapi ternyata
ngga di kabulin permintaan saya. Tapi setelah mengenal Islam lebih dalam, saya
paham bahwa ternyata Allah memberikan apa yang dibutuhkan bukan apa yang
diinginkan.
Pengalaman tersebut membuat saya sadar, Allah tuh sayangnya luar biasa
sama saya. Jika
saja do’a tidak terkabulkan atau tidak sesuai harapan. Positive thinking aja,
Allah tau segalanya. Sekarang saya harus menyadari bahwa Allah lebih tau
apa yang terbaik untuk saya. Mungkin saja yang saya minta itu buruk untuk saya,
jadi Allah beri yang lain. Mungkin saja apa yang saya minta dapat membuat saya
jauh dari Allah. Karena itu Allah ganti dengan yang lain agar saya tetap dekat
dengan-Nya. Allah sayang pada hamba-Nya yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya
dan terus mengingat-Nya.
"Barangsiapa yang tidak
mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang
banyak" (HR. Ahmad)
Perpisahan dengan orang-orang yang kita cintai, penyakit yang
menggerogoti tubuh kita, merupakan beberapa ujian yang perlu kita ambil sisi
positifnya. Jangan kita terus mengeluh dan mengeluh. Karena, tak ada gunanya
juga terus meratapi nasib. Sesekali, beranikan diri kita untuk mengambil sisi
positif dari itu semua. Karena, di balik semua kejadian, pasti ada hikmahnya.
Wallahu a'lam.
Terkadang
kita, sebagai manusia, mengeluhkan atau tidak mensyukuri pemberian Allah SWT
yang tidak sesuai harapan kita. Padahal, kita tidak tahu kalau itu sebenarnya
baik untuk kita. Kita hanya terus menyalahkan keputusan-Nya. Tidak adillah,
tidak baiklah, atau keluhan-keluhan lainnya terus meluncur dari lisan kita.
Jarang kita melihat sisi positif dari pemberian itu. Padahal, Allah selalu
memberikan yang terbaik untuk kita.
Oleh karena itu,
ketika ditimpa suatu musibah, janganlah cepat-cepat mengeluh. Lihatlah sisi
positifnya. Berpikirlah bahwa Allah sayang kepada kita, karena Allah
ingin segera menghapus dosa kita lewat ujian itu.
Rasulullah SAW
bersabda;
"Tidaklah
seorang muslim ditimpa musibah berupa rasa lelahnya badan, rasa lapar yang
terus menerus atau sakit, rasa sedih/benci yang berkaitan dengan masa sekarang,
rasa sedih/benci yang berkaitan dengan masa lalu, gangguan orang lain pada
dirinya, sesuatu yang membuat hati menjadi sesak sampai-sampai duri yang
menusuknya melainkan akan Allah hapuskan dengan sebab hal tersebut
kesalahan-kesalahannya" (HR Bukhori no 5641, Muslim no. 2573).
Allah 'Azza wa
Jalla berfirman;
"Boleh jadi
kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu
menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu
tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah: 216)
Sudah banyak sekali nikmat yang sudah Dia
berikan. Namun, kita malah tidak bersyukur kepada-Nya. Bukankah Allah SWT telah
berfirman: ''Dan, Dia telah memberikanmu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu
mohonkan kepadanya. Dan, jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu
menghinggakannya. Sesungguhnya, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari
(nikmat Allah).'' (QS Ibrahim [14]: 34).
Begitu juga
ketika keputusan Allah tidak sesuai harapan kita. Mungkin itu adalah untuk
kebaikan jangka panjang kita. Ingatlah, Allah memberikan apa yang kita PERLUKAN,
bukan yang kita HARAPKAN, karena bisa jadi apa yang kita harapkan justru
mendatangkan mudharat bagi kita.
Komentar
Posting Komentar