Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Mencintai Yang Sebenarnya Adalah Menjagamu Dengan Kasih Sayang

Bismillahirrahmanirrahim Kemarin, saya menemukan kata-kata di bawah ini; Karena mencintai yang sebenarnya adalah menjagamu dengan kasih sayang, bukan membiarkanmu sesuka hati. Jadi teringat kalau saya pernah meminta sesuatu kpd Allah, namun ternyata Allah tidak mengabulkan permintaan tsb sesuai dengan permintaan saya. Dulu rasanya kecewa gitu, udah do’a siang malem, sholat di khusyu-khusyuin tapi ternyata ngga di kabulin permintaan saya. Tapi setelah mengenal Islam lebih dalam, saya paham bahwa ternyata Allah memberikan apa yang dibutuhkan bukan apa yang diinginkan. Pengalaman tersebut membuat saya sadar, Allah tuh sayangnya luar biasa sama saya. Jika saja do’a tidak terkabulkan atau tidak sesuai harapan. Positive thinking aja, Allah tau segalanya. Sekarang saya harus menyadari bahwa Allah lebih tau apa yang terbaik untuk saya. Mungkin saja yang saya minta itu buruk untuk saya, jadi Allah beri yang lain. Mungkin saja apa yang saya minta dapat membuat saya jauh dari All...

Yuk Bersyukur!

4 tahun lalu, saya dan teman-teman di tugaskan oleh sekolah untuk membuat film dokumenter tentang disabilitas. Susah untuk kami mencari narasumber yang mau berbagi kisah keterbatasannya. Dari kranggan, kami harus menuju cipayung untuk ke salah satu panti asuhan. Beberapa panti asuhan disabilitas yang kami kunjungi ternyata susah untuk mendapatkan izin dari pihak pengelola. Bukan perihal film dokumenter yang ingin saya bahas, namun tentang orang-orang yang saya temui di sana. Betapa terharunya saya ketika anak-anak disabilitas menyambut kami dengan nyanyi-nyanyian. Entah apa rasanya saat itu, bahagia namun sedih. Bagaimana kamu tidak terharu melihat mereka yang masih bisa tertawa dan bahagia walaupun mereka keterbatasan?  Hati saya langsung sakit!  YaAllah, kemana saya selama ini. Saya yg sempurna masih saja banyak ngeluh, masih sering males-malesan. Sedangkan mereka, berprestasi, dan gapernah ngeluh sama sekali. Yang paling saya ingat sampai sekarang adalah jawaban salah...

Menata (kembali) Visi Misi

Gambar
Beberapa hari yang lalu, saya merasa berada di titik yang-susah-untuk-dijelaskan, berada di titik yang-kok-saya-gini-gini-aja, berada di titik punya-banyak-ide-tapi-belum-bergerak dan berada di titik dimana-saya-harus-berubah.. Akhirnya saya berpikir keras untuk memantapkan kembali apa itu true-passion saya, apa yang menjadi visi-misi saya, apa yang menjadi program kerja saya (minimal untuk setahun kedepan) Mulailah saya cari inspirasi,  blog walking  sana-sini, alhamdulillah saya menemukan blog yang mendukung dan mampu menjawab sedikit kegelisahan tentang hidup saya (agak berlebihan ya? tapi ini serius, inspirasi bisa datang dari mana saja, tentunya karna izin Allah). Membaca beberapa blog tersebut ampuh sekali dan mampu menyadarkan diri, betapa visi misi itu perlu, self-improvement itu sangat perlu, dan “bergerak” itu sangat-sangat perlu. Beranjak dari (entah) istilah atau kalimat ini : orang yang selalu mencoba aja sering gagal apalagi orang yang ga p...

Dari Bacaan Jadi Inspirasi

Menulis memang tidak mudah, bagaimana saya harus konsisten dengan tulisan. Atau apa yang saya tulis, harus bermanfaat untuk orang banyak, mendesak saya membuat karya yang harus terlihat ‘sempurna’ di mata pembaca. Iya, dulu saya ‘ingin dilihat orang’. Lalu suatu ketika saya pernah mengalami down sebab tulisan saya katanya tidak bermanfaat, atau teman saya yang tiba-tiba bilang “tulisan lo galau terus dah, cinta-cintaan mulu. Gaada yang bermanfaat gitu?” membuat saya amat sedih. Padahal dalam setiap karya tulisan saya, selalu ada sepenggal kisah yang ada di dalamnya. Dia tidak merasakan harus begadang menyelesaikan tulisan untuk konsisten menulis. Tapi Alhamdulillah, ternyata dengan adanya kejadian tersebut saya dapat mengubah sudut pandang. Yang tadinya ‘ingin di lihat orang’ sampai ‘semoga tulisan saya menginspirasi dan memotivasi’. Kisah-kisah hidup saya bersama teman-teman yang tidak sengaja saya share, ternyata menginspirasi banyak orang. Mulai dari situlah, saya mencob...