Menata (kembali) Visi Misi
Beberapa hari yang
lalu, saya merasa berada di titik yang-susah-untuk-dijelaskan, berada di titik
yang-kok-saya-gini-gini-aja, berada di titik
punya-banyak-ide-tapi-belum-bergerak dan berada di titik
dimana-saya-harus-berubah..
Akhirnya saya berpikir keras untuk memantapkan kembali
apa itu true-passion saya, apa yang menjadi visi-misi saya, apa yang menjadi
program kerja saya (minimal untuk setahun
kedepan)
Mulailah saya cari inspirasi, blog walking sana-sini,
alhamdulillah saya menemukan blog yang mendukung dan mampu menjawab sedikit
kegelisahan tentang hidup saya (agak berlebihan ya? tapi ini serius, inspirasi
bisa datang dari mana saja, tentunya karna izin Allah).
Membaca beberapa blog tersebut ampuh sekali dan mampu
menyadarkan diri, betapa visi misi itu perlu, self-improvement itu sangat
perlu, dan “bergerak” itu
sangat-sangat perlu.
Beranjak dari (entah)
istilah atau kalimat ini :
orang yang selalu mencoba aja sering gagal apalagi
orang yang ga pernah mencoba, dan orang yang punya rencana aja bisa gagal
apalagi orang yang ga punya rencana.
Mulailah saya merancang kembali apa yang menjadi
tujuan, target, visi misi, juga dilengkapi dengan program kerja atau hal-hal
yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Tidak butuh waktu begitu
lama untuk mengisi kolom itu semua, yang memakan waktu adalah masa-masa
perenungan, masa-masa yang telah saya sebutkan diatas, masa-masa yang mungkin
disebut dengan kontemplasi. Adakalanya manusia butuh berhenti sejenak,
memandang apa yang telah terjadi, jika itu baik maka lanjutkan, namun jika itu
tidak memberi perubahan positif, gali lagi, cari lagi, memaknai setiap detik
kehidupan dengan merenung apakah ini sesuai dengan jalan yang di ridhoi Allah?
Evaluasi diri dan terus menerus melakukan perbaikan.
Setelah saya menguraikan apa yang menjadi tujuan serta
program kerja, barulah terlihat lebih tertata, lebih jelas apa yang harus saya
lakukan, minimalnya ada patokan hidup, ada energi tersendiri dimana saya mau ga
mau harus “memaksa diri”
untuk melakukan program kerja dan merealisasikan mimpi..
Banyak sekali poin-poin yang saya tuliskan, selain
perbaikan dan peningkatan kapasitas diri, rencana studi, saya juga menuliskan
poin-poin apa yang harus saya lakukan untuk meningkatkan ibadah saya,
meningkatkan kebermanfaatan saya untuk sekitar, dan tidak lupa untuk bahu
membahu menjadikan Indonesia lebih baik..
Berikut ini adalah hadist yang membuat saya berpikir,
membuat saya harus berubah :
Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah
yang paling bermanfaat bagi orang lain..” (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni)
“Orang yang paling banyak mengingat mati dan yang
paling serius persiapannya dalam menghadapinya, itulah orang-orang yang pintar.
Mereka memperoleh kehormatan dunia dan kemuliaan akhirat.” (HR. Ibnu Majah)
Dari hadist tersebut jelas sekali bahwa, saya harus
lebih memaknai hidup ini, dengan cara melakukan hal-hal baik, konstruktif dan
bermanfaat. Dan saya ingin sekali meninggalkan jejak, meninggalkan karya, dan
berkontribusi untuk ummat, agar kelak memperoleh kehormatan dunia, kebahagiaan
dan kemuliaan akhirat (seperti hadist diatas). Seperti yang sepupu saya
lakukan, walaupun dia telah tiada, namun karya-karyanya menginspirasi hingga
kini (cerita lengkapnya bisa dilihat disini)
Intinya harus membawa bekal untuk kehidupan yang abadi nanti..
(Lumayan) banyak juga impian saya, tidak salah kan?
dan saya setuju bahwa mimpi itu memang harus banyak dan tinggi, tapi jangan
lupa untuk beraksi, untuk mewujudkan apa yang menjadi keinginan kita. Jangan
lupa untuk sertakan Allah dalam setiap langkah kita, selalu berdoa dan meminta
hanya kepada-Nya.
“Aim as high as the sky, even if you fall, you’ll
still among the stars” – (Nofie Iman)
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu
kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri
mereka,” (QS. Ar-Rad : 11)
Allah telah memerintahkan kita untuk mengubah diri
menjadi lebih baik, menjadi
hamba-Nya yang taat, menjadi penghuni surga-Nya yang mulia.
Saya menulis ini, bukan berarti saya “baik” atau “telah
berubah”, justru saya menulis ini untuk saling berbagi, untuk saling
mengingatkan bahwa masih banyak mimpi-mimpi yang belum terealisasi, masih
panjang jalan untuk kita tempuh..
Jadi, tunggu apa lagi untuk mewujudkan mimpi-mimpi mu?

Komentar
Posting Komentar